Posts

Showing posts from August, 2015

Sejarah Marga Peranginangin

Image
      Marga Perangin-angin merupakan salah satu marga yang terdapat dalam suku karo. Marga Perangin-angin terbagi atas beberapa sub Marga, yakni :  Peranginangin Sukatendeli Menurut cerita lisan, Marga ini tadinya telah menguasai daerah Binje dan Pematang Siantar. Kemudian bergerak ke arah pegunungan dan sampai di Sukatendel. Di daerah Kuta Buloh, Marga ini terbagi menjadi : Peranginangin Kuta Buloh Mendiami kampung Kuta Buloh, Buah Raja, Kuta Talah (sudah mati), dan Kuta Buloh Gugong serta sebagian ke Tanjung Pura (Langkat) dan menjadi Melayu. Peranginangin Jombor Beringen Marga ini mendirikan, kampung-kampung, Lau Buloh, Mburidi, Belingking,. Sebagian menyebar ke Langkat mendirikan kampung Kaperas, Bahorok, dan lain-lain. Peranginangin Jenabun Marga ini juga mendirikan kampong Jenabun,. Ada cerita yang mengatakan mereka berasal dari keturunan nahkoda (pelaut) yang dalam bahasa Karo disebut Anak Koda Pelayar. Di kampung ini sampai sekarang masih ada hutan (...

Sejarah Marga Sembiring

Berikut adalah pembagian Marga Sembiring yang ada pada masyarakat karo dan secara umum terdiri dari dua kelompok, yaitu : A. Si man Biang (yang memakan anjing) terdiri dari : 1. Sembiring Kembaren, (asal usul marga ini dari Kuala Ayer Batu, kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama ‘pisau bala bari’. Keturunannya kemudian mendirikan Kampung Silalahi, Paropo, Tumba dan Martogan yang menyebar ke Liang Melas, seperti Kuta Mbelin, Sampe Raya, Pola Tebu, Ujong Deleng, Negeri Jahe, Gunong Meriah, Longlong, Tanjong Merahe, Rih Tengah, dan lain-lain. Marga ini juga tersebar luas di Kabupaten Langkat seperti Lau Damak, Batu Erjong-jong, Sapo Padang, Sijagat dan lain-lain).

Sejarah Marga Tarigan

      Marga Tarigan Ada cerita lisan (Darwin Prinst, SH. Legenda Marga Tarigan dalam bulletin KAMKA No. 010/Maret 1978 ) yang menyebutkan Marga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung, yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. Mereka disebut sebagai bangsa Umang. Pada suatu hari, isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Darah ini, tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua, Cingkes, dan Tongtong Batu. Tiga orang keturunan Marga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-Gurda berkepala tujuh. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut.

Sejarah Marga Ginting

Image
Marga Ginting merupakan salah satu marga yang ada pada suku karo.Marga Ginting terbagi pula menjadi sub-sub Marga, terdiri atas beberapa Sub Marga seperti : Ginting Pase Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting Munthe. Marga Pase juga ada di Pak-Pak, Toba dan Simalungun. Ginting Pase dulunya mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah sekarang. Cerita Lisan Karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja Pase dijual oleh bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal bakal kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Untuk lebih jelasnya dapat di telaah cerita tentang Beru Ginting Pase. (Petra : Bisa dibaca di sini)

Sejarah Marga Barus

Untuk teman-teman sekalian saya ingin membagi kepada teman skalian agar sejarah tentang suku-suku batak manapun tak terlupakan, jadi saya ingin membagi kepada teman sekalian semua cerita legenda tentang marga barus  dari suku batak KARO.  Setiap marga dalam suku Karo mempunyai mitos tentang marganya masing-masing. Begitu juga dengan marga Barus. Jika kita berbicara tentang marga Barus, itu akan selalu dihubungkan dengan suatu daerah yang bernama Sipitu Kuta. Di tempat inilah marga Barus diyakini mulai berkembang.

Sejarah Suku Batak Karo

Image
        Suku Karo adalah suku yang asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu Nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo.Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo, dan memiliki salam khas, yaitu Mejuah-juah.

Daftar Marga Orang Karo dan Kampung Halamannya

Image
    Kumpulan Daftar Marga Orang Karo dan Kampung Asalnya:      Tahukah Teman kalau suku karo memiliki 5 marga dan 85 sub marga? Kebanyakan orang hanya tahu merga silima saja, namun kurang mengenal sub marga yang 85 lagi. Bahkan banyak orang karo tidak tahu dia masuk ke sub marga mana. Apalagi kalau ditanya darimana kampung asal marganya, maka semakin bingunglah orang karo tersebut. Teman juga? ;-)

Sejarah Marga Purba

Image
Tarombo Toga Purba : Purba (Toba) adalah keturunan Toga Simamora. Toga Simamora mempunyai tiga anak. (kadang ada yang menyebutkan empat). Berikut ini adalah keturunan Toga Simamora: Toga Purba Toga Manalu Toga Debata Raja Tuan Sumerham Catatan : Yang lazim di Toba hanya disebut tiga. Ada versi yang mengatakan Toga Simamora merantu ke daerah Pakkat dan Barus dan mempunyai keturunan di sana yaitu Tuan Sumerham.

Sejarah Marga Damanik

Image
Damanik adalah marga atau morga dari suku Simalungun yang aslinya berasal dari daerah yang bernama Simalungun di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), yang mana dalam bahasa Simalungun Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas). M. Muhar Omtatok menguraikan bahwa Damanik merupakan marga tertua dari suku Simalungun dan Batak. M Muhar Omtatok juga mengungkapkan bahwa Damanik telah ada sejak kepercayaan lokal ada di Sumatera.

Sejarah Marga Sinaga

Image
      Menurut batak  Simalungun, Sinaga menjadi salah satu dari 4 marga asli suku Simalungun saat terjadi “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar (Raja Nagur, Raja Banua Sobou, Raja Banua Purba, Raja Saniang Naga) untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).

Sejarah Asal-usul Suku Batak Simalungun

Image
      Simalungun adalah salah satu suku asli yang mendiami Sumatera Utara, tepatnya di timur Danau Toba(Kab. Sialungun). Orang Karo menyebut mereka dengan sebutan Timur, karena letak mereka yang disebelah timur Taneh Karo. Di dalam cakap(bahasa) Karo, “Simelungen” sendiri bermakna “si sepi, si sunyi, yang dimana terdiri dari dua suku kata, yakni “si = si, yang; dan [me-]lungun = sepi, sunyi”, jadi simalungen mengandung artian: “wilayah(daerah) yang sepi”. Hal ini dikarenakan dulunya daerah Simalungun ini masyarakatnya hidup berjauhan(tidak berkumpul) sehingga tampak sepi.

Profil Suku Batak Mandailing : Marganya

Image
1.     Sejarah singkat suku batak mandailing           Suku batak mandailing merupakan nama suku bangsa yang mendiami kabupaten Mandailing Natal,Kabupaten Padang Lawas,Kabupaten Padang Lawas Utara,dan sebagian Kabupaten Tapanuli Selatan,Sumatera Utara.

Adat Perkawinan Batak Mandailing

Image
    1. Horja Siriaon (Upacara Adat Perkawinan). Dalam adat istiadat perkawinan di masyarakat Mandailing dikenal dengan nama perkawinan manjujur,  bersifateksogami patriarchat; artinya dimana setelah perkawinan pihak wanita meninggalkan clannya dan masuk ke clan suaminya dan suaminya menjadi kepala keluarga dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan itu akan mengikuti clan (marga) Bapaknya. Idealnya perkawinan adat masyarakat Mandailing adalah  antara anak namboru dengan boru tulangnya.

Kumpulan Nama Marga Mandailing

      Mandailing adalah salah satu Puak Batak bertempat tinggal di pendalaman pesisir pantai Barat Pulau Sumatera. Termasuk Puak Batak karena menggunakan bahasa yang hampir mirip dengan bahasa Batak Toba dan Batak Angkola, serta Batak Simalungun. Begitu pula dengan adat istiadatnya yang Patrilinealistik. Juga menggunakan marga yang diturunkan secara turun temurun. Sebagian besar dari marga-marga tersebut terdapat pula di belahan Toba, Angkola, Simalungun. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa tentulah di masa yang lalu terdapat hubungan kekerabatan yang terlupakan oleh sejarah tertulis.

Sejarah Marga Pulungan

Halo Guys, saya akan menceritakan tentang sejarah marga pulungan tapi sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda semuanya. Satu dari sekian stambook yang menarik tersebut adalah Stambook Marga Pulungan (sebagaimana disebut pada bagian awal tulisan ini) yang ditulis / disusun oleh Haji Amri Kamal Pulungan (baiklah kita singkat menjadi HAK Pulungan atau saya sebut Ompung).

Sejarah Marga Batubara

Image
Munculnya orang-orang bermarga Batu Bara di tempat tersebut beberapa abad yang lalu, bermula dengan berpindahnya serombongan orang dari Batu Bara dekat Tanjung Balai. Rombongan orang yang berpindah itu dipimpin oleh dua orang bersaudara yang masing-masing bernama Parmata Sopiak dan Datu Bitcu Rayo. Setelah lama berjalan pada suatu ketika rombongan tersebut sampai di daerah Barumun. Di tempat itu mereka membuka perkampungan yang kemudian di beri nama Binabo. Tempat tersebut terletak kurang lebih 2 kilo meter jauhnya dari Sibuhuan yang sekarang.

Sejarah Marga Siregar

Image
Barangkali anda akan bertanya-tanya kenapa orang-orang Siregar di Sipirok lebih suka disebut dengan turunan Siregar Salak? Saya mencoba mencari tahu  ... jawaban yang paling sering kita dengarkan adalah "Siregar Salak na dihandang durina - artinya Siregar Salak yang dikandangi duri". Begitulah sejarah berlalu dan hilang begitu saja tanpa jejak hanya dalam beberapa generasi, karena mereka tidak pernah sekolah dan tidak memerlukan sejarah. Peradaban tinggi akan dihilangkan begitu saja oleh peradaban baru yang menguasainya dan mereka akan berusaha menulis ulang sejarah sehingga hilang tanpa jejak. Sama halnya dengan peradaban Islam yang begitu adiluhung di Spanyol sebelum abad-16 yang membawa peradaban modern ke Eropah yang waktu itu adalah manusia barbar yang suka berperang dan saling menindas. Menyebarkan ilmu pengetahuan dan peradaban kesetaraan yang diusung oleh Islam ... namun sekarang seolah tidak ada peradaban Islam di Spanyol karena dibantai oleh orang-orang Eropah...

Mandailing antara fakta dan legenda

Image
        Sejarah Mandailing di Sumatera Utara tidak bisa dipisahkan dalam lembaran legenda yang sampai kini terus hidup dan berkembang. Sebab dari Mandailing inilah lahirlah manusia-manusia Mandailing yang kini hidup beranak pinak sampai ke anak cucu. Menurut cerita yang berkembang pada abad keenam, orang-orang Munda ini telah berjaya mendirikan kerajaan bernama Poli di Pantai Timur Sumatera. Kerajaan ini juga dikenal sebagai Portibi atau Puni. Tetapi Kerajaan Munda Holing ini hanya bertahan sampai abad XVI. Pada sekitar tahun 1030 an kerajaan Hindia Selatan di bawah pimpiunan Maharaja Rajendera Chola menaklukan Portibi (Munda). Lalu masyarakat Munda berpindah ke Pidoli berhampiran Penyabungan yang ada sekarang ini. Di Pidoli ini mereka mendirikan sebuah kerajaan yang dikenal sebagai Mandela Holing. Tetapi dari informasi lain ada yang menyebut asal nama Mandailing ialah bermula dari perkataan Mandalay, yaitu nama sebuah kota yang besar di Burma. Sebab di Burma ut...

Adat Istiadat Suku Mandailing

Image
Adat istiadat Istiadat Mandailing                      Adat istiadat suku Mandailing diatur dalam Surat Tumbaga Holing (Serat Tembaga Kalinga), yang selalu dibacakan dalam upacara-upacara adat. Orang Mandailing mengenal tulisan yang dinamakan Aksara Tulak-Tulak, yang merupakan varian dari aksara Proto-Sumatera, yang berasal dari huruf Pallawa, bentuknya tak berbeda dengan Aksara Minangkabau, Aksara Rencong dari Aceh, Aksara Sunda Kuna, dan Aksara Nusantara lainnya. Meskipun Suku Mandailing mempunyai aksara yang dinamakan urup tulak-tulak dan dipergunakan untuk menulis kitab-kitab kuno yang disebut pustaha (pustaka). Namun amat sulit menemukan catatan sejarah mengenai Mandailing sebelum abad ke-19. Umumnya pustaka-pustaka ini berisi catatan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu gaib, ramalan-ramalan tentang waktu yang baik dan buruk, serta ramalan mimpi.

Sejarah Marga Lubis

Image
         Asal-Usul marga lubis yang akan dikemukakan dalam tulisan ini bukanlah merupakan hasil penelitian ilmiah. Ia hanya merupakan cerita atau legenda yang hidup turun temurun dlam masyarakat mandailing. Dan umumnya cerita atau legenda tersebut. Berbentuk lisan yang di tuturkan dari satu generasi ke genesari selanjutnya. Oleh karena itu cerita tersebut. Berkembang dengan berbagai variasi, tetapi pola dasarnya tetap sama. Memang demikianlah selalu keadaan cerita” lisan yang berupa legenda maupun mitos.          Meskipun cerita tentang asal-usul marga lubis di Mandailing tidak didasarkan pada catatan sejarah yang didukung oleh bukti-bukti otentik, namun umumnya orang-orang Mandailing mempercayai kebenaran cerita tersebut. Memang demikianlah cirri utama suatu legenda. Ia dipercayai oleh pemiliknya sebagai sesuatu yang benar, meskipun tidak atau belum didukung oleh bukti” otentik. Malahan meskipun di dalamnya terkandung unsure-unsur ...

Sejarah Marga Nasution

Image
KISAH NENEK MOYANG MARGA NASUTION  Banyak Sekali orang Mandahiling bermarga Nasution di perantauan (Tano Pandaraman) tidak tahu sejarah Ompu Sibaroar Nasakti, Nenek moyang marga Nasution. Banyak pendapat dikemukakan. Satu versi mengatakan Sibaroar Nasakti berasal dari Toba, keturunan Sibargot Ni Pohan yang menurunkan marga Siahaan. Versi yang lain mengatakan berasal dari keturunan Sutan Pulungan dari Kerajaan Huta Bargot, dan versi lainnya mengatakan berasal dari Pagaruyung Sumatera Barat.Tulisan ini mencoba meramaikan wacana asal usul nenek moyang marga Nasution ini. Tulisan ini disarikan dari Buku Sejarah Marga Marga Asli Mandailing yang dikarang oleh Muhammad Arbain Lubis. Dari Willem Iskandar.

Sejarah awal mula Mandailing

Image
Halo guys, berjumpa dengan saya lagi ferdy ray muridnya ade ray(sang binaraga)yang ototnya besar J tapi klk otot saya ya besar juga alias kocik hehe… , sebelumnya  saya ingin mempostingkan tentang sejarah mandailing dan juga marga-marganya. Tapi sebelumnya saya ingin membagi kepada anda tentang sejarah mandailing agar anda bias mengetahui gimana sejarah marga mandailing terlebih dahulu…. ASAL MULA NAMA MANDAILING                  Kakawin Negara Kertagama yang di tulis oleh MPU Prapancamerupakan salah satu sumber sejarah yang penting bagi bangsa indonesia, Karena isinya menyangkut berbagai hal berkenaan dengan kerajaan mojo pahit. Dan didlam syair ke 13 kakawin tersebut dikatakan :               “Lwing ning nusa pranusa pramuka sakahawat ksoni ri malayu/ning jambi mwing Palembang karitang iteba len dharmacraya tumut/kandis Kahwas Minangkabwa ri siyaki...

Sejarah Marga Saragih

Image
Sejarah Dalam Marga Saragih Asal-usul   Sejarah menyatakan bahwa leluhur marga saragih berasal dari Selatan India, yang melakukan perjalanan ke Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.      Akibat desakan suku setempat, mereka kemudian bergerak ke daerah pinggiran Toba dan Samosir. Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang disebut Pematang Raya, Simalungun).

Sejarah Marga Rangkuti

Image
Asal-Usul Mengenal Marga Rangkuti   Pernahkah kalian sobat mendengar kata “Rangkuti” ????... Apakah kalian tau maksud dari kata tersebut ??? Pada Kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Arti dari Rangkuti tersebut.          Rangkuti adalah salah satu marga dari suku Mandailing yang berada di Sumatra Utara. Populasi dari marga rangkuti cenderung lebih sedikit dari pada marga dari suku Mandailing lainnya seperti marga Nasution, Lubis, Daulay, Pulungan, Dalimunte, Harahap dan lain sebagainya. Orang-orang yang bermarga Rangkuti, mereka tidak menganggap diri mereka berasal dari Toba, dan Tak seorangpun dari marga Rangkuti yang menganggap dirinya Batak.        Nenek Moyang dari Marga Rangkuti bernama Mangaraja Sutan Pane. Beliau mendirikan kerajaan Rangkuti di Huta Runding pada abat ke XI. Wilayah kerajaan ini cukup luas, meliputi kampung-kampung di Mandailing Jae, Batang Natal dan Mandailing Julu. Tapi, Tahukah Kalian s...